Kabar Pesantren
Karangharjo, Malam puncak Haflah Imtihan Pesantren Bahrul Ulum tahun 2025 berlangsung khidmat dan penuh haru (25/6). Salah satu momen paling dinanti dalam rangkaian acara ini adalah penganugerahan Santri Terbaik dari berbagai jenjang pendidikan di pesantren Bahrul Ulum. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, masing-masing santri terbaik menerima dana pembinaan sebesar Rp 2.500.000.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan atas prestasi akademik dan akhlak mulia para santri, tetapi juga sebagai dorongan agar mereka terus berkembang menjadi generasi pembawa perubahan. Penghargaan diberikan langsung oleh para tokoh pesantren dan nasional yang hadir dalam acara tersebut.
Dari jenjang Taman Kanak-kanak, penghargaan diberikan oleh KH. Hodri Ariev, Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum, kepada Arif Baihaki, santri teladan yang tekun dan rendah hati. Ia adalah putra dari Bapak Agus Supratikno dan Ibu Siti Kholifah, warga Krajan Pace.
Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, penghargaan diserahkan oleh KH. Abdul Muqit Arif, pembina Yayasan Pesantren Bahrul Ulum, kepada Nurun Nisa’, santri yang dikenal cerdas dan berakhlak santun. Ia adalah putri dari Bapak Riyadi dan Ibu Holilah, berasal dari Krajan Karangharjo.
Di tingkat Madrasah Tsanawiyah, santri terbaik diraih oleh Elsa Ana Althafunnisa, yang menerima penghargaan dari KH. Ulil Abshar Abdalla, Ketua PBNU Bidang Keagamaan. Elsa adalah putri dari Bapak Muhammad Bahri dan Ibu Kusyati, berasal dari Dusun Darungan Karangharjo. Kepiawaiannya dalam ilmu agama dan semangat belajarnya membuatnya layak menerima penghargaan ini.
Sementara itu, untuk jenjang Madrasah Aliyah, penghargaan diserahkan oleh KH. Miftah Faqih, Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), kepada Melita Nur Farizah, santri berbakat dari Jati Pasir, Kajarharjo Banyuwangi. Ia adalah putri dari Bapak Muhammad Buhari dan Ibu Imroatul Hasanah. Melita tinggal di lereng Gunung Raung yang saat ini tengah mengalami erupsi namun kondisi tersebut tak menyurutkan semangatnya dalam menuntut ilmu.
Terakhir, dari jenjang Madrasah Al-Qur'an, penghargaan diberikan oleh KH. Abdul A’la Basyir, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, anggota Majelis Masyayikh Republik Indonesia dan Rais Syuriyah PBNU. Beliau menyerahkan penghargaan kepada Syifa Dwi Novita, putri dari Bapak Arjunaidi dan Ibu Titin Bahagia, yang berasal dari Sumber Pinang Karangharjo. Syifa dikenal karena kecintaannya yang tinggi terhadap Al-Qur’an dan keuletannya dalam menghafal.
Malam penghargaan ini menjadi bukti bahwa Pesantren Bahrul Ulum tidak hanya mendidik santri dalam aspek keilmuan semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan, akhlakul karimah, dan semangat pengabdian. Pesantren berharap, para santri terbaik ini kelak menjadi inspirasi di tengah masyarakat. Fth.
Jember, 21 Juli 2024; Tahun Pendidikan 2024-2025 Pesantren Bahrul Ulum mencanangkan program “Bahrul Ulum Menuju Pesantren Hybrid”. Pilihan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting. Per
Load More
Karangharjo - Semangat persaudaraan dan sinergi dakwah antar pesantren kembali diteguhkan melalui kegiatan Jalan Sehat Persaudaraan yang digelar oleh Pesantren Bahrul Ulum, Karangharjo, Silo, Jembe
Load More
Hari ini, 20 Juli 2024 jam 13:00 waktu setempat diselenggarakan Temu Alumni Pesantren Bahrul Ulum, acara ini termasuk dalam seragkaian acara Haflatul Imtihan Pesantren Bahrul Ulum 2024 berlangsung den
Load More
Karangharjo, 16 September 2024 - Pesantren Bahrul Ulum kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sarana pendidikan dan ibadah dengan dimulainya pembangunan mushalla dan perpustakaan digital.
Load More
Karangharjo, 8 September 2024 - Dalam upaya mewujudkan program Pesantren Hybrid, Pesantren Bahrul Ulum terus melakukan peningkatan kualitas medianya dengan mengirimkan dua santri, Muhammad Zainul Aziz
Load More